Manajemen Fatigue pada Anak yang Mengalami Kanker di Rumah Singgah

Authors

  • Lina Dewi Anggraeni STIK Sint Carolus
  • Elisabeth Isti Daryati STIK Sint Carolus
  • Sari Nartiana Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita
  • Nyimas Heni Purwati Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Meidiana Bangun RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Catur Parmiyati Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita
  • Eka Handayani Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita
  • Nurbetty Ginting RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
  • Indra Hendrawan Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita
  • Istinganah Istinganah RSUD Tarakan, Jakarta Pusat

DOI:

https://doi.org/10.53801/jpmsk.v2i1.99

Keywords:

anak dengan kanker, kelelahan, rumah singgah

Abstract

Pendahuluan: Fatigue atau kelelahan dirasakan hampir semua pasien kanker. Kelelahan terjadi sebagai akibat berkembangnya penyakit kanker dan efek terapi. Kelelahan dapat dirasakan sebelum maupun setelah terapi diselesaikan serta dapat mengganggu fungsi fisik, psikis, mental dan sosial.

Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dan anak tentang fatigue dan meningkatkan keterampilan dalam mengatasi kelelahan dan nyeri.

Metode: Metode yang digunakan yakni pertama membuat grup Whatsapp dengan pendamping orang tua lalu membagikan link kuesioner pre-test. Kemudian  pemberian  materi  penyuluhan,  sesi tanya jawab, dan post-test. Selanjutnya tahap evaluasi.

Hasil: Kegiatan ini dilaksanakan di rumah singgah X, diikuti oleh anak dengan kanker, orang tua dan para fasilitator. Hasil menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan tentang penanganan fatigue.

Kesimpulan: Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat fatigue yang dirasakan oleh anak dengan kanker. Pengabdi membantu anak-anak dengan kanker meningkatkan kualitas hidupnya.

Downloads

Published

2022-12-28