Edukasi Kesehatan Batasan Konsumsi Gula di SMK Puspita Medika Kota Depok

Health Education on Sugar Consumption Limits at Puspita Medika Vocational High School, Depok City

Authors

  • Rindu Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Aneselma S Karang Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Katerine Ester Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Khairunisya Dwi Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Risda Riri Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Rizky Adelina Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Marifatulah Marifatulah Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Sartina H Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia
  • Agnesia N Savsavubun Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia Maju, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.53801/jpmsk.v3i4.225

Keywords:

diabetes melitus, siswa-siswi, remaja

Abstract

Pendahuluan: Jumlah penderita diabetes pada usia anak-anak dan remaja meningkat setiap tahun. Di Eropa, sebagian besar penderitanya mengalami diabetes type-1, namun hal ini tidak terjadi di negara lain. Di negara lain sebagian besar penderita diabetes merupakan penderita diabetes type-2. Dengan meningkatnya kasus diabetes type-2 pada anak-anak dan remaja di banyak negara berpotensi meningkatkan risiko obesitas dan ketidakaktifan fisik. Diabetes type-1 maupun type-2 pada remaja merupakan kondisi yang sangat kronis, karena bisa mempercepat terjadinya tingkat keparahan dan penyakit katastropik akibat diabetes secara lebih dini.
Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, pemahaman, pengetahuan, serta kesadaran pihak sekolah dan siswa/i SMK Puspita Medika Depok terhadap konsumsi minuman/makanan kemasan yang tinggi akan gula di sekolah tersebut melalui penyuluhan kepada siswa, guru/ tenaga pendidik.
Metode: Metode yang digunakan adalah pendidikan Masyarakat. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran akan masalah tersebut melalui penyuluhan dengan teknik seperti ceramah, diskusi, dan penggunaan media sosial. Digunakan juga kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Pengumpulan data yang dilakukan dari data premier (kuesioner berbentuk soft file) menggunakan google form. Data diolah dan dianalisis menggunakan MS. Office.
Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner angket melalui google form. Didapatkan hasil pada sebelum di lakukan penyuluhan dimana tingkat tingkat pengetahuan peserta 100% dengan terbagi menjadi sebanyak 20 orang (60,6%), 10 orang (30,3%), 3 (9,1%) peserta.
Kesimpulan: Penyuluhan tentang kurangi gula dan tingkatkan kualitas hidup di masa muda berhasil meningkatkan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Kolaborasi antara tenaga kesehatan masyarakat, pihak sekolah, dan siswa telah membuktikan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap isu-isu yang disampaikan.

Downloads

Published

2024-07-30